TAPANULI SELATAN (initogel) — Suasana pengungsian di Tapanuli Selatan (Tapsel) mendadak hening. Di tengah keterbatasan dan duka akibat bencana, terdengar lantunan lagu “Tanah Airku” yang dinyanyikan bersama oleh Presiden Prabowo Subianto dan para pengungsi. Momen sederhana itu berubah menjadi adegan haru yang membekas di hati banyak orang.
Tanpa protokoler yang kaku, Prabowo berdiri di tengah para pengungsi—anak-anak, orang tua, hingga lansia—menyatu dalam suasana penuh empati. Lagu nasional yang dinyanyikan bersama itu menjadi penguat semangat di tengah situasi sulit.
“Saya lihat banyak yang menitikkan air mata,” ujar seorang relawan di lokasi.
Di Tengah Duka, Hadir Sentuhan Kemanusiaan
Kunjungan Prabowo ke lokasi pengungsian di Tapsel dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga terdampak bencana. Ia menyapa satu per satu warga, mendengarkan keluhan, dan menanyakan kebutuhan mendesak yang masih diperlukan.
Namun, momen paling mengharukan terjadi ketika Prabowo mengajak warga bernyanyi bersama. Tidak ada panggung, tidak ada musik pengiring—hanya suara lirih yang perlahan menguat saat bait demi bait “Tanah Airku” dilantunkan.
“Tanah airku tidak kulupakan…,” terdengar suara warga yang bergetar.
Lagu yang Menjadi Penguat Hati
Bagi para pengungsi, lagu itu bukan sekadar nyanyian. Ia menjadi simbol harapan, pengingat bahwa mereka tidak sendiri dan negara hadir di saat sulit.
Seorang ibu pengungsi mengaku terharu karena merasa diperhatikan secara langsung.
“Biasanya kami hanya dapat bantuan, tapi ini rasanya beda. Kami diajak bernyanyi, diajak kuat,” katanya sambil menyeka air mata.
Anak-anak yang awalnya tampak murung perlahan ikut bersenandung, sebagian menggenggam tangan orang tua mereka.
Prabowo: Negara Harus Hadir Secara Nyata
Usai momen bernyanyi bersama, Prabowo menegaskan bahwa negara tidak boleh absen saat rakyat mengalami kesulitan. Ia meminta jajaran terkait memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi, mulai dari logistik, layanan kesehatan, hingga penanganan pascabencana.
“Kita harus pastikan saudara-saudara kita bisa bangkit kembali,” ujar Prabowo di hadapan warga.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan pemulihan agar warga bisa segera kembali menjalani kehidupan normal.
Respons Warga dan Relawan
Para relawan di lokasi menilai kehadiran Prabowo memberi dampak psikologis yang besar. Di tengah kondisi pengungsian yang serba terbatas, perhatian langsung dari pemimpin negara menjadi suntikan semangat tersendiri.
“Bantuan itu penting, tapi kehadiran dan empati juga sangat berarti,” ujar seorang relawan kemanusiaan.
Warga berharap perhatian tersebut tidak berhenti pada kunjungan, tetapi berlanjut pada pemulihan jangka panjang.
Lebih dari Sekadar Kunjungan
Momen Prabowo bernyanyi bersama pengungsi menjadi simbol bahwa kepemimpinan tidak selalu ditunjukkan lewat pidato atau kebijakan, tetapi juga melalui kedekatan emosional dan empati.
Di Tapsel, lagu “Tanah Airku” mengalun bukan sebagai seremoni, melainkan sebagai pengingat bahwa di tengah bencana, rasa kebersamaan dan kepedulian mampu menjadi kekuatan untuk bertahan.
Saat lagu usai, tepuk tangan pelan terdengar. Beberapa warga tersenyum, meski mata masih basah. Di pengungsian sederhana itu, harapan kembali tumbuh—pelan, tapi nyata.
