Jakarta – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) optimistis kinerja sektor ritel pada triwulan I 2026 akan mencatatkan pertumbuhan positif, didorong oleh momentum Lebaran yang meningkatkan aktivitas belanja masyarakat.
Ketua Umum APPBI menyampaikan bahwa periode Ramadan hingga Idul Fitri selalu menjadi pendorong utama konsumsi domestik, terutama di pusat perbelanjaan.
Konsumsi Masyarakat Meningkat
Menurut APPBI, peningkatan kinerja ritel terlihat dari naiknya jumlah kunjungan dan transaksi di pusat perbelanjaan selama periode Lebaran.
“Momen Lebaran memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan sektor ritel, baik dari sisi kunjungan maupun penjualan,” ujarnya di Jakarta.
Kategori produk seperti fesyen, makanan dan minuman, serta kebutuhan gaya hidup menjadi yang paling banyak diminati masyarakat.
Puncak Aktivitas di Akhir Ramadan dan Lebaran
APPBI mencatat puncak aktivitas ritel terjadi menjelang Idul Fitri hingga beberapa hari setelah Lebaran.
Lonjakan ini dipicu oleh kebutuhan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan Lebaran serta aktivitas rekreasi bersama keluarga di pusat perbelanjaan.
Promo dan program diskon dari tenant juga turut mendorong peningkatan transaksi.
Optimisme Pelaku Usaha Ritel
Pelaku usaha ritel menyambut positif tren peningkatan ini sebagai sinyal pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
APPBI menilai momentum Lebaran menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan sektor perdagangan dan jasa.
Dengan tren konsumsi yang kuat, pelaku usaha optimistis kinerja ritel akan terus membaik sepanjang tahun.
Antisipasi Kepadatan Pengunjung
Pengelola pusat perbelanjaan juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung selama periode Lebaran.
Pengaturan arus pengunjung, peningkatan layanan, serta penambahan petugas keamanan dilakukan untuk menjaga kenyamanan.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
APPBI menilai kinerja positif sektor ritel pada triwulan I 2026 akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan konsumsi masyarakat yang tetap kuat, sektor ritel diharapkan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi domestik.
Momentum Lebaran pun dinilai sebagai faktor strategis dalam menjaga daya beli dan aktivitas ekonomi di tengah masyarakat.
